WELCOME TO THE NEW YEAR 2012
Trimakasih ucapan dan sambutan untukmu yang sekarang ini telah memberiku ketenangan,ketegaran dan kenyamanan,walu tahun-tahun silih berganti namun tahun ini adalah tahun kenangan yang membawaku terlepas dari segala penderitaan.
Awal dari semuanya kini telah nampak bercahaya,kenangan demi kenangan selalu menjadi tuntutan dalam hati,namun setiap aku mengenang masa yang akan datang seakan sedikit demi sedikit kenangan itu dapat terlalui dan menghilang dari ingatan.
Ditepi inilah aku selalu duduk dan merenungi apa yang harus aku lakukan untuk bisa seperti mereka yang lain,aku tanya kepada bebatuan,karang,obak dilautan namun semuanya membisu dan tidak sedikitpun ada tanda mengatakan kemana aku harus melangkah untum mendapatkan kenyamanan,ketenangan dan kebahgiaan hati sementara hidupku hanya berteman dengan hayalan,derita,kesedihan dan ketakutan,kekuatan yang aku miliki seakan tidak pernah menjadi ketegaran untuk mencari dan tetap mencari,terciptalah keputus asaan diri untuk melangkah sehingga aku tidak tau dan seakan gelap gulita disemua sudut dan jalan yang ingin aku tempuh
Puing-puing bertaburan disekelilingku seakan ingin menyelimuti jiwaku yang hampa,ingin aku arahkan hatiku untuk merindukan seseorang,namung kepada siapa aku menyandarakan jiwa saat aku letih,lelah dan capek untuk memikul semua derita ini,adakah gunung,pohon,batu karang yang sudi menjadi sandaranku saat aku membutuhkan nya,sementara mereka semua hanya cuwek dan seakan tidak ada yang sudi untuk menyapaku sebagai orang yang memerlukan sandaran jiwa,akan kemanakah jiwa ini aku sandarakan,Ya Allah engkau maha pengasih dan penyayang,kasihanilah hambamu ini,sayangilah hambamu ini,berilah hambamu kekuatan dan ketegaran hati untuk menghadapi semua cobaan dan ujianmu,jika memang ini adalah jalan yang harus aku tempuh menuju kedamaian,kenyamanan dan kebahgiaan maka berilah hambamu petunjuk agar hambamu dapat melihat arah jalan yang harus hamba tempuh waluh hamba harus berjalan diatas kerikil-kerikil tajam jika itu memang jalan yang hamba harus tempuh akan hamba jalani.
Berjalan diatas kerikil-kerikil tajam bagaikan menelan empedu yang penuh kepahitan,namun aku tidak pernah mengeluhkan adanya walau kaki ini penuh dengan darah dan mata ini mencucurkan air mata,namun langkahku tidak akan pernah terhenti olehnya.
Merapi nasib diri sambil melangkah,dan hati selalu bertanya tanya,inikah ujian,cobaan yang harus aku lalui,dan inikah kehidupan yang harus aku terima selamanya,tapi wl aku harus memikirkan pertanyaan itu tetaplah semua ini menjadi perjalanan yang harus aku tempuh,.
Disekian hari dan waktu yang aku lalui berteman dengan keringat untuk mencari napkah sebagai bahan penyambung hidupku,aku seorang tukang penjual Arang yang terbuat dari pepohonan,dan ranting-ranting kayu hutan,dalam sehari-hariku menjalani hidup dengan penuh semangat sebagai tukang penjual arang,walau diriku tidak bisa hadir ditengah-tengah masyarakat luas,yang terpandang namun aku tetap dengan apa yang harus aku lakukan walau aku harus selalu menutup mata,telinga dari semua ocehan orang-orang yang mengatakan bahwa diriku hanya seorang tukang penjual arang dan disingkirkan dari harapan untuk menjadi bagaian dari mereka.
Tempat tinggalku jauh dari perkotaan dengan harapan agar aku selalu semangat dan tetap tegar tanpa harus menjadi bagian dari orang-orang terpandang mewah dalam kehidupan nya,disutulah aku melakukan pekerjaanku sebagai tukang Arang,hidup sendiri,apapun selalu sendiri melainkan berteman dengan Allah,didalm gubuk yang aku punya terdapat sebuah tikar yang terbuat dari daun,itulah yang selalu menemani diriku disaat aku tertidur lelap,tikar itulah menjadi selimut badanku dari dingin nya hawa malam,jika terjadi hujan maka gubuk itu seakan ikut menangis melihat diriku,badanku kebasahan,kedinginan karena gubuk yang aku miliki atapnya hanya terbuat dari daun dan apabila hujan beserta angin menerpa makan atap gubuk aku akan beterbangan dan rusak sehingga badanku tidak bisa terlindung dari air hujan yang deras,nenangis dan merintihpun tidak ada yang sudi menolong,dijauh nya malam perut aku terasa laper dan haus,aku terbangun dari pelukan tikar yang menemani ku menutupi tubuhku,kaki mulai melangkah menuju tempat dimana makanan itu sering aku simpan,setelah sampai ditujuan,langkah kakiku mulai berhenti dan tanganku membuka sebuah daun2nan yang menutupi makanan itu agar terhidar dari binatang,saat terbuka penutup itu,mataku sayup melihat kearah tempat makanan itu dan hatiku menjadi sedih karena makanan itu sudah tidak ada lagi,habis dan habiss,namun akhirnya aku harus menahan lapar supaya perut aku tidak ikut tersiksa oleh keadaanku,maka aku ambil lah air putih dan aku minum sebagai pengganti makanan untuk mengisi perutku yang menjerit kelaparan.
Malam hampir menjau dan sinar terang membisikan kata seakan memberi sebuah pertanda akan datangnya waktu sholat subuh,artinya kata selamat pagi sudah boleh diucapkan dan dijadikan sapaan keseluruh isi alam disekeliling nya,detik demi detik waktu berputar dengan porosnya seakan ikut bahagia akan datangnya terbit pagi hari.
Terdengarlah suara hamba Allah begitu merdu yang mengomandangkan Adzan Subuh sebagai ertanda kebesaran Allah akan selalu ada buat hambanya yang selalu mau bertaqwa serta beribadah kepadanya walaupun hanya bersetatus sebagai Tukang penjual Arang namun keyakinan tetap selalu tegar bahwa diamata Allah semua hambanya sama.
Dengan keyakinan itulah makan hati ku berkata akankah diriku selalu menjadi orang tersingkirkan dari pergaulan dan lingkungan orang-orang yang merasa dirinya penuh dengan materi,sambil melangkah menuju ketempat pengambilan Air Wudhu sambil ber do'a,Ya Allah luruskanlah jalanku menuju suragamu,menuju rumahmu yang engkau janjikan kepadaku,dan jadikan lah hatiku selalu bersih dari niat yang buruk agar aku selalu dapat mengerjakan Wudhu dengan niat membersihkan seluh jiwa dan ragaku dari kotan yang membuatku najis didalam melakukan sembah sujut kepadamu,sesampainya di tempat pengambilan Air wudhu aku mulai mencuci tangan dan mulut serta muka,pergelangan tangan,kuping,kening dan kaki agar senantiasa menjadi orang pengikut sunnah rasulullah yang mana diwajibkan untuk ber Wudhu sebelum melakukan Sholat,mendirikan sholat dengan beralaskan tikar yang terbuat dari daun,menjadi penambah semangat dalam hati dan membawaku terharu akan kebesaran Allah.
Sholat subuh sudah terlewati dan terbit terangnya pagi sudah mulai terlihat,kekicauan burung-burung sudah mulai terdengar seakan mengajak aku bergembira untuk menyambut kedatangan matahari untuk menyinari bumi dan alam sekitarnya.
Embun pagi yang membawa kesejukan diri,badan dan hati sudah mulai menampakan dirinya dan turut bersuka ria menyambut kadatangan nya matahari,seakan dia berkata inilah kebesaran pencipta alam semesta,inilah keagungan Allah Swt,maka janganlah engkau meragukan adanya dan kebesaran nya walau hidupmu hanya sebagai Tukang penjual Arang.
Bagi sahatku yang mulai dan terhormat,sadarlah bahwa siapun kamu,apapun bentuk pekerjaanmu,serta walau sebesar apapun cobaan yang kamu hadapi,janganlah pernah meragukan kebesaran dan kasih sayangnya penciptamu ( Allah Swt )
semoga kita semua diberi kesempatan untuk memohon,minta ampun serta bertaubat kepadanya agar kita semua menjadi golongan orang-oarang yang beriman. ami i i i i in..ya robbal alamiiin..
Akhirkata dari cerita ini,apabila ada kata-kata yang kurang menyenangkan dihati pembacanya,kami mohon maaf sedalam-dalam nya,karena penuli cerita ini juga manusia biasa hamba Allah
wassalamu alaikum warrohmatullahi wabarakatuu...
Marilah kita senantiasa bertowbat kepada Allah,dengan towbat sebaik-baik nya Towbat adalah,mengerjakan segala perintan dan menjauhi segala larangan nya,
insya Allah semoga kita semua menjadi penghuni surga nya yang kekal selamanya,ami i i in.
Penulis Cerita
ANT'S VICHI
Email : tahunbaru148@yahoo.com
Web : www.antsvichi.com
Trimaksih kepada anda yang bersedia membarikan komentarnya kepada kami untuk bahan perbaikan cerita ini dimasa yang akan datang.







